0
Selain ejaan yang disempurnakan di dalam ilmu tata bahasa Indonesia juga terdapat sebuah Istilah majas atau yang lebih dikenal dengan gaya bahasa, menurut sejarahnya gaya bahasa atau majas ini sangat terkenal di era tahun 80 an yang juga dipopulerkan oleh Chairil Anwar yang merupakan tokoh tata bahasa yang dikenal oleh masyarakat Di zamannya, meskipun saat ini jarang sekali digunakan namun dalam ilmu tata bahasa gaya majas ini sangat wajib untuk diketahui.

Menurut kamus besar Bahasa Indonesia yang dimaksud dengan Majas atau gaya bahasa merupakan salah satu ide yang disampaikan oleh pengarang (penulis) untuk menyampaikan cerita yang mereka karang, jadi majas atau gaya bahasa ini lebih cenderung menggunakan suatu “istilah yang khas” untuk menggambarkan jalannya cerita, secara umum ada banyak sekali Macam Macam Gaya Bahasa (Majas) Dalam Bahasa Indonesia, nah untuk lebih jelasnya berikut Macam Macam Gaya Bahasa (Majas) yang populer Dalam Bahasa Indonesia.
Macam Macam Gaya Bahasa (Majas)

1. Majas Hiperbola

Majas Hiperbola
Majas Hiperbola merupakan salah satu gaya bahasa indonesia yang sangat populer dalam kehidupan kita sehari-hari, adapun menurut Istilahnya Majas Hiperbola ini pada dasarnya lebih menekankan suatu kata atau istilah yang berlebihan melebihi dari kontek dasarnya, ungkapan Hiperbola ini juga merupakan gaya bahasa yang dipakai oleh penulis untuk menyampaikan perasaan takjub kepada para pembacanya, adapun contoh kalimat majas Hiperbola ini adalah : “Kecantikan wanita itu mirip bidadari yang turun dari surga”

2. Majas Paradoks

Majas Paradoks
Hampi sama halnya dengan majas Hiperbola, majas Paradoks ini umumnya digunakan oleh pengarang atau penulis untuk menyampikan suatu kata atau istilah yang berbeda jauh dari konteks kalimat dasarnya, jadi majas paradoks ini lebih cenderung dengan gaya bahasa yang tidak masuk akal, adapun contoh kalimat majas paradoks adalah : “Telinganya telah Tuli mendengar jeritan dan tangisan dari rakyatnya”

3. Majas Antitesis

Majas Antitesis
Macam Macam Gaya Bahasa (Majas) Dalam Bahasa Indonesia yang selanjutnya adalah Majas Antitesis, Pada umumnya majas Antitesi ini merupakan gaya bahan yang gaya penyampainnya hampir sama dengan konteks asilnya, baik itu benda, manusia dan juga tumbuhan, namun pada majas antitesis ini lebih cenderung menggunakan perlawanan kata (Antonim) dalam menjelaskan istilah yang akan disampaikan, adapun contoh majas Antitesis adalah : “laki-laki Wanita banyak yang Ikut berdemo di Jakarta”

4. Majas Sarkasme

Majas Sarkasme
Majas sarkasme merupakan salah satu gaya bahasa yang digunakan untuk menyindir atau menyinggung seseorang, namun dalam majas sarkasme ini gaya bahasa yang digunakan sangatlah keras dan cenderung sangat kasar, adapun contoh majas sarkasme adalah: “wajahmu mirip seperti Kera Hutan”

5. Majas Metafora

Majas Metafora
Macam Macam Gaya Bahasa (Majas) Dalam Bahasa Indonesia yang terakhir adalah Majas metafora, menurut kamus besar bahasa Indonesia menyatakan bahwa yang dimaksud dengan Majas metafora adalah ungkapan sebuah istilah yang kalimatnya dilakukan secara langsung berupa suatu perbandingan analogis. Pemakaian kata atau kelompok kata dalam kalimat bukanlah arti yang sesungguhnya, tapi sebagai gambaran yang dilakukan oleh pengaran  berdasarkan perbandingan atau persamaan saja, adapun contoh majas metafora adalah “Si jago merah sudah membumi hanguskan pasar kramat jati hanya dalam waktu 2 jam”

Mungkin hanya itu penjelasan saya mengenai Macam Macam Gaya Bahasa (Majas) Dalam Bahasa Indonesia, sebenarnya masih ada banyak sekali Macam Macam Gaya Bahasa (Majas) Serta Penjelasan dan Contohnya, namun saya hanya merangkum dari sebagaian besar majas yang masih sering digunakan saat ini, semoga bermanfaat.

Posting Komentar

 
Top