0
Jika anda sering membaca novel, cerpen atau suka melihat sinetron drama di Telivisi mungkin secara otomatis anda akan mengikuti alur pada cerita tersebut. ya jalan cerita tersebut baik itu yang terjadi di cerita fiksi atau cerita non fiksi seringkali dinamakan alur atau plot. Sedangkan menurut pengertiannya, alur cerita atau plot merupakan salah satu teknik yang digunakan oleh sutradara atau pengarang buku untuk menggambarkan jalannya peristiwa yang terjadi di dalam sebuah cerita, tanpa adanya plot atau alur maka kisah yang terjadi di dalam cerita tersebut akan terkesan stagnan dan tentu akan membuat pembaca bosan.

Secara umum alur atau plot dibagi menjadi beberapa variant yang berbeda, namun semua pengarang atau sutradara film sepakat bahwa apapun alur yang dipakai di dalam sebuah cerita harus terdapat momentum, atau titik puncak yang membantu pembaca memahami cerita tersebut, nah berikut jenis alur cerita atau plot di dalam sebuah drama yang sering dipakai oleh banyak pengarang atau Sutradara.
Macam Macam Alur

Baca Juga : Macam Macam Air Untuk Bersuci dan Penjelasannya

 1. Alur Maju

Alur maju atau plot kronologis merupakan salah satu teknik yang digunakan oleh pengarang atau sutradara untuk menggambarkan jalannya sebuah cerita yang bersifat maju dan tanpa flash back dari masa lalu.  baik itu dari tahap awal, tahap tengah hingga tahap akhir cerita. Umumnya, Alur Maju ini sering digunakan oleh penulis atau sutradara pemula, dengan membuat jalan cerita yang simple dan tanpa flash-back, umumnya penulis atau sutradara pemula menggunakan alur ini agar mereka tidak kesulitan untuk menentukan jalannya cerita. Alur maju ini sering dipakai untuk Komik anak-anak, Drama orang (wayang orang) dan juga Cerpen non fiksi

2. Alur mundur

Berbeda halnya dengan alur maju, alur mundur ini bersifat berlawanan dan sering dipakai oleh pengarang atau sutradara untuk mennggambarkan sebuah rentetan cerita yang berawal dari depan kemudian mundur ke belakang, plot mundur ini menggunakan flash-back masa lalu dari tahap akhir, tengah ke tahap awal. Alur mundur ini sering ditemui pada sebuah cerita yang memakai setting waktu dan latar belakang dengan mengggambarkan kejadian masa lampau. Adapun kegunaan dari alur maju ini sering dipakai untuk Sinetron, Novel dan juga beberapa film serial (kolosal).

3. Alur campuran

Jenis alur atau plot yang sering dipakai di sebuah cerita atau drama yang terakhir adalah alur campuran, alur campuran ini merupakan kombinasi dari alur maju dan alur mundur dengan menggunakan titik tengah sebagai klimaks dalam sebuah cerita atau sinteron. Jadi dengan kata lain alur campuran ini hanya menceritakan tentang karakter tunggal yang mengalami momentum (klimaks) di tahap akhir, kemudian penulis atau sutradara membalikan keadaan dengan mengulang kembali cerita dari tahap akhir ke tahap awal (anti klimaks).
Jenis Alur Cerita
Alur campuran memang sering kali digunakan oleh penulis yang sudah mahir atau sutradara yang sudah kawakan, namun jika setting dan karakter pada alur campuran tidak dijelaskan secara rinci maka pembaca akan bingung dengan jalan cerita yang ditulis. Pada umumnya alur campuran ini banyak digunakan di film-film barat, seperti film action dan juga film thriller, namun tidak sedikit juga sutradara atau penulis Indonesia yang juga menggunakan alur campuran ini sebagai plot dalam Sinetron ataupun Novel.

Lihat Juga : Macam Macam Adaptasi Makhluk Hidup dan Contohnya

Demikianlah pemaparan terkait dengan macam macam dan jenis alur cerita dan dilengkapi dengan pengertian serta contohnya yang semoga bisa menambah ilmu bagi kalian semua yang membacanya. Semoga bermanfaat

Posting Komentar

 
Top