0
Siapa yang tidak mengenal dengan kesenian daerah yang satu ini, ya Wayang Kulit merupakan salah satu kesenian Traditional Asli Indonesia yang sudah dikenal hingga ke seluruh dunia, Sama halnya dengan kerajinan batik, kesenian tradisional Wayang kulit ini pernah dianugerahi oleh UNESCO sebagai salah satu warisan budaya sejarah yang harus dijaga kelestariannya, bahkan lebih dari itu kabarnya wayang kulit ini juga sempat meraih predikat sebagai Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity atau warisan mahakarya dunia yang tak ternilai dalam seni bertutur asli Indonesia, tentu dengan predikat ini kita sebagai Warga Indonesia harus bangga dengan kesenian tradisional Wayang kulit ini.

Jika ditilik dari bentuknya, Wayang kulit ini pada dasarnya dibuat dengan menggunakan bahan kulit kerbau yang sudah kering, kemudian dibentuk sedemikian rupa untuk membentuk sebuah karakter fiksi, adapun sekat untuk menempelkan bagian wayang kulit tersebut menggunakan tanduk kerbau, kerajinan Wayang kulit ini memang tidak asal-asalan dibuat melainkan dibentuk sedemikian rupa agar membuat geraknya menjadi dinamis dan lebih atraktif.
Asal Usul Wayang KulitMenurut hasil survey yang kami lakukan di buku-buku sejarah, belum ada keterangan pasti yang membahas mengenai asal usul wayang kulit, namun jika dilihat dari sejarah perkembangannya, asal usul wayang kulit ini telah hadir semenjak 1500 tahun sebelum Masehi atau tepatnya pada zaman kerajaan-kerajaan Hindu dan Budha, sedangkan nama Wayang sendiri dikutip dari bahasa sansekerta yang berbunyi “Ma Hyang”, artinya berjalan menuju yang maha tinggi (Dewa).

Banyak para sejarawan yang meyakini bahwa asal usul wayang kulit ini pada awalnya berkembang dari negeri India, namun sebagian lain menyatakan bahwa wayang kulit ini berasal dari negeri Tiongkok china, Hal ini sesuai dengan Hipotesa bahwa India merupakan sumber dari agama Hindu dan Budha, sedangkan Tiongkok merupakan pusat kesenian daerah pada masa kerajaan Hindu dan Budha.

Beralih ke faktor lain, umumnya kesenian wayang kulit sendiri terbagi menjadi beberapa jenis seperti wayang kulit Gagrag Banyumasan yang mengadopsi sebuah gaya pedalangan yang juga dikenal dengan nama pakeliran. Gaya ini dinilai sebagai cara untuk mempertahankan nilai dan norma yang terdapat dalam Masyarakat. Sedangkan menurut karaktenya, tokoh wayang dibagi menjadi beberapa kategori atau Golongan, nah berikut tokoh-tokoh wayang dikenal dalam kesenian tradisional ini

Golongan Dewa :

  • Batara Wisnu
  • Batara Indra
  • Batara Bayu
  • Dewi Sri
  • Batara Kamajaya
  • Dewi Ratih

Golongan rohaniwan:

  • Resi Bisma
  • Resi Abiyasa
  • Resi Seto
  • Begawan Mintaraga

Golongan Raja :

  • Prabu Kresna
  • Sri Rama
  • Pandu
  • Puntadewa
  • Kresna
  • Baladewa
  • Parikesit
  • Salya
  • Rahwana
Golongan Ksatria
  • Bima
  • Sumantri
  • Arjuna
  • Nakula
  • Sadewa:
  • Karna
  • Wibisana.
  • Antareja
  • Antasena
  • Gatotkaca
  • Wisanggeni
  • Abimanyu
  • Setyaki
  • Burisrawa
  • Aswatama
  • Leksmana
  • Anoman

Golongan Putri

  • Dewi Sinta
  • Dewi Kunti
  • Dewi Madrim
  • Dewi Drupadi
  • Dewi Wara Sumbadra
  • Dewi Srikandi
  • Dewi Banowati
  • Dewi Anggraini
  • Dewi Setyawati
  • Dewi Sawitri

Golongan Rakyat :

  • Semar
  • Togog
  • Petruk
  • Bagong

Golongan Raksasa :

  • Kumbakarna
Mungkin hanya itu penjelasan saya mengenai asal-usul wayang kulit dan tokoh-tokoh dalam kesenian wayang kulit, pada dasarnya perkembangan wayang kulit di Indonesia memang telah mengalami beberapa perubahan yang cukup signifikan,hal ini juga dilakukan oleh wali songo ketika mereka menyebarkan agama Islam di Nusantara, semoga bermanfaat

Posting Komentar

 
Top